Kata
Mahasiswa tentang Pemboikotan Produk Prancis
Sumber
Foto: Voi.id
Jakarta, 11/11 (UAI News) – Baru-baru
ini aksi unjuk rasa mengenai boikot produk Prancis memanas, pasalnya aksi
tersebut dipicu oleh komentar dari Emmanuel Macron, selaku Presiden Prancis. Di
Indonesia khususnya Jakarta telah digelar aksi protes terhadap pernyataan Macron
terkait masalah tersebut pada Senin 2 November 2020 lalu di depan kantor
kedutaan besar Prancis. Macron dianggap “menghina” umat Islam karena
pernyataannya mengenai sebuah kartun yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad
di Paris dan Nice, Prancis.
Peristiwa ini berawal pada 21 Oktober
2020, Macron mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap kasus pembunuhan seorang
guru di Paris, Prancis yang dipenggal oleh muridnya lantaran menunjukkan
karikatur Nabi Muhammad kepada para muridnya. Seruan pemboikotan terhadap
Prancis tengah memanas di beberapa negara tanpa terkecuali di Indonesia, banyak
pihak yang marah, mengutuk hingga menyuarakan bahwa harus memboikot seluruh
produk Prancis karena adanya peristiwa tersebut.
Walaupun demikian aksi terkait
pemboikotan produk Prancis dinilai tidak terlalu berdampak signifikan terhadap
perusahaan maupun perekonomian seperti dikutip dalam CNN Indonesia menurut
Ekonom Center of Reform on economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet
menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman aksi boikot berhasil menekan kinerja
perusahaan apabila gerakan itu didukung oleh negara. Dalam artian pemerintah
setempat menyerukan gerakan terhadap aksi pemboikotan produk dari negara
Prancis.
Selain itu menurut Syifa Indriani
selaku perwakilan mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia juga berpendapat
bahwa produk dari negara Prancis sendiri yang ada di Indonesia masih sangat
minim seperti produk lifestyle maupun makanan sudah banyak yang diproduksi di
Indonesia sehingga dinilai aksi boikot produk Prancis ini dinilai masih kurang
efektif dan tidak signifikan.
"Menurut Saya lebih efektif kaya
pemerintah Indonesia nya sendiri yang menyuarakan, seperti di negara Turki, kan
berawal dari pemerintahnya yang menyuarakan untuk pemboikotan barang dari
Prancis". Ujar Syifa Indriani, Mahasiswi UAI, saat dihubungi melalui media
sosialnya, Senin (9/11) Malam.
Sama halnya dengan Fuji Ratnasari
selaku mahasiswi Universitas Al-Azhar Indonesia yang berpendapat bahwa seruan
aksi terhadap pemboikotan produk Prancis
tidak akan memberikan dampak yang signifikan “Karena aksi boikot ini
baru dilakuin setiap negara dan sama aja cuma dari individu doang nyuruh buat nggak
beli produk Prancis, Belum ada boikot dari sana nya langsung, seperti tidak
boleh ada impor barang dari negara Prancis ke Indonesia terutama” Ungkap Fuji melalui
media sosialnya.
Untuk
kedepannya harapan dari Syifa Indriani dan Fuji Ratnasari adalah harus saling menjaga
toleransi beragama, walaupun alasan dari Presiden Macron sendiri adalah
menghargai kebebasan berpendapat namun tidak harus mengolokkan lambang kesucian
agama.
Identifikasi
News Value pada Berita:
a) Pengaruh
(Magnitude), dalam berita diatas memiliki pengaruh kepada khalayak ramai
terkait isu yang saat ini terjadi yaitu seruan aksi boikot terhadap produk dari
negara Prancis.
b) Penting
(Significance), konten dalam berita ini memiliki kepentingan yang tinggi
untuk diketahui khalayak agar khalayak memiliki pemahaman sekaligus update
perkembangan isu terkait yaitu pemboikotan produk Prancis.
c) Aktualitas
(Timeless), berita diatas memiliki sebuah nilai berita yaitu actuality,
immediacy dan new atau yang berarti kebaruan. Dalam hal ini berita
diatas sangat memiliki nilai kebaruan, karena sedang hangat diperbincangkan.
d) Kedekatan
(Proximity), kedekatan berita diata berfokus pada geografis (yakni lokasi
kejadian yang berfokus pada sebuah peristiwa). Psikologis (sebuah keterikatan
budaya yang berkaitan dengan isu boikot terhadap produk dari negara Prancis).
e) Dampak
(Impact), dalam berita diatas tentunya memiliki dampak yang besar bagi para khalayak
khususnya yang membaca berita diatas, seperti khalayak mendapat informasi dan
update perkembangan terkait kasus atau isu mengenai pemboikotan produk yang
berasal dari negara Prancis.
Identifikasi
5W+1H:
- What :
Opini mahasiswa mengenai aksi pemboikotan produk dari negara Prancis.
- Where :
Aksi seruan pemboikotan produk dari negara Prancis berlangsung di depan kantor
kedutaan Prancis di Indonesia, Jakarta.
- When :
Aksi dilaksanakan pada Senin, 2 November 2020 lalu.
- Who :
Presiden Prancis Emmanuel Macron.
- Why :
Macron dianggap “menghina” umat Islam karena pernyataannya mengenai
sebuah kartun yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad di Paris dan Nice,
Prancis.
- How : Aksi seruan terhadap pemboikotan produk dari Prancis ini akibat perkataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap kasus pembunuhan seorang guru di Paris, Prancis yang dipenggal oleh muridnya lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad, Ia menganggap bahwa setiap orang harus menghargai kebebasan berpendapat.
Lampiran Bukti Wawancara






Tidak ada komentar:
Posting Komentar