Senin, 09 November 2020

UTS PPBMO 2020 (Kintan Calvina Aurellya_0802518154_MD18B)

 

Kata Mahasiswa tentang Pemboikotan Produk Prancis

Sumber Foto: Voi.id

Jakarta, 11/11 (UAI News) – Baru-baru ini aksi unjuk rasa mengenai boikot produk Prancis memanas, pasalnya aksi tersebut dipicu oleh komentar dari Emmanuel Macron, selaku Presiden Prancis. Di Indonesia khususnya Jakarta telah digelar aksi protes terhadap pernyataan Macron terkait masalah tersebut pada Senin 2 November 2020 lalu di depan kantor kedutaan besar Prancis. Macron dianggap “menghina” umat Islam karena pernyataannya mengenai sebuah kartun yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad di Paris dan Nice, Prancis.

Peristiwa ini berawal pada 21 Oktober 2020, Macron mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap kasus pembunuhan seorang guru di Paris, Prancis yang dipenggal oleh muridnya lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para muridnya. Seruan pemboikotan terhadap Prancis tengah memanas di beberapa negara tanpa terkecuali di Indonesia, banyak pihak yang marah, mengutuk hingga menyuarakan bahwa harus memboikot seluruh produk Prancis karena adanya peristiwa tersebut. 

Walaupun demikian aksi terkait pemboikotan produk Prancis dinilai tidak terlalu berdampak signifikan terhadap perusahaan maupun perekonomian seperti dikutip dalam CNN Indonesia menurut Ekonom Center of Reform on economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman aksi boikot berhasil menekan kinerja perusahaan apabila gerakan itu didukung oleh negara. Dalam artian pemerintah setempat menyerukan gerakan terhadap aksi pemboikotan produk dari negara Prancis.

Selain itu menurut Syifa Indriani selaku perwakilan mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia juga berpendapat bahwa produk dari negara Prancis sendiri yang ada di Indonesia masih sangat minim seperti produk lifestyle maupun makanan sudah banyak yang diproduksi di Indonesia sehingga dinilai aksi boikot produk Prancis ini dinilai masih kurang efektif dan tidak signifikan. 

"Menurut Saya lebih efektif kaya pemerintah Indonesia nya sendiri yang menyuarakan, seperti di negara Turki, kan berawal dari pemerintahnya yang menyuarakan untuk pemboikotan barang dari Prancis". Ujar Syifa Indriani, Mahasiswi UAI, saat dihubungi melalui media sosialnya, Senin (9/11) Malam.

Sama halnya dengan Fuji Ratnasari selaku mahasiswi Universitas Al-Azhar Indonesia yang berpendapat bahwa seruan aksi terhadap pemboikotan produk Prancis  tidak akan memberikan dampak yang signifikan “Karena aksi boikot ini baru dilakuin setiap negara dan sama aja cuma dari individu doang nyuruh buat nggak beli produk Prancis, Belum ada boikot dari sana nya langsung, seperti tidak boleh ada impor barang dari negara Prancis ke Indonesia terutama” Ungkap Fuji melalui media sosialnya.

Untuk kedepannya harapan dari Syifa Indriani dan Fuji Ratnasari adalah harus saling menjaga toleransi beragama, walaupun alasan dari Presiden Macron sendiri adalah menghargai kebebasan berpendapat namun tidak harus mengolokkan lambang kesucian agama.

Identifikasi News Value pada Berita:

a)  Pengaruh (Magnitude), dalam berita diatas memiliki pengaruh kepada khalayak ramai terkait isu yang saat ini terjadi yaitu seruan aksi boikot terhadap produk dari negara Prancis.

b)  Penting (Significance), konten dalam berita ini memiliki kepentingan yang tinggi untuk diketahui khalayak agar khalayak memiliki pemahaman sekaligus update perkembangan isu terkait yaitu pemboikotan produk Prancis.

c)     Aktualitas (Timeless), berita diatas memiliki sebuah nilai berita yaitu actuality, immediacy dan new atau yang berarti kebaruan. Dalam hal ini berita diatas sangat memiliki nilai kebaruan, karena sedang hangat diperbincangkan.

d) Kedekatan (Proximity), kedekatan berita diata berfokus pada geografis (yakni lokasi kejadian yang berfokus pada sebuah peristiwa). Psikologis (sebuah keterikatan budaya yang berkaitan dengan isu boikot terhadap produk dari negara Prancis).

e)  Dampak (Impact), dalam berita diatas tentunya memiliki dampak yang besar bagi para khalayak khususnya yang membaca berita diatas, seperti khalayak mendapat informasi dan update perkembangan terkait kasus atau isu mengenai pemboikotan produk yang berasal dari negara Prancis.

Identifikasi 5W+1H:

-      What   : Opini mahasiswa mengenai aksi pemboikotan produk dari negara Prancis.

-     Where  : Aksi seruan pemboikotan produk dari negara Prancis berlangsung di depan kantor kedutaan Prancis di Indonesia, Jakarta.

-      When   : Aksi dilaksanakan pada Senin, 2 November 2020 lalu.

-      Who    : Presiden Prancis Emmanuel Macron.

-     Why    : Macron dianggap “menghina” umat Islam karena pernyataannya mengenai sebuah kartun yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad di Paris dan Nice, Prancis.

-   How    : Aksi seruan terhadap pemboikotan produk dari Prancis ini akibat perkataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap kasus pembunuhan seorang guru di Paris, Prancis yang dipenggal oleh muridnya lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad, Ia menganggap bahwa setiap orang harus menghargai kebebasan berpendapat.

Lampiran Bukti Wawancara



Narasumber Syifa Indriani




Narasumber Fuji Ratnasari





Rabu, 04 November 2020

 

Kintan Calvina Aurellya

MD18 B // 0802518154

 Wardah x UAI Gelar Webinar mengenai Perkembangan Podcast

Jakarta, 30/10 (UAI News) – Event yang diadakan oleh Wardah Bright Days Visual x Universitas Al-Azhar Indonesia, telah sukses dilaksanakan pada Jumat (30/10) dengan menggelar acara webinar serta virtual beauty class untuk umum. Webinar ini mengangkat tema: Perkembangan Podcast Sebagai Media Baru bagi Youngsters. Acara berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB Via App ZOOM.

Acara dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi untuk membahas Podcast sebagai Media Baru, dengan tiga pembicara yaitu, Citra Dyah Prastuti selaku Pemimpin Redaksi KBR, Adi Prasetya selaku Deputy Editor in Chief Berita Satu TV dan Yuri Alfrin Aladdin selaku Dosen Komunikasi UAI. Sementara sesi kedua digunakan untuk Beauty Class yang menghadirkan seorang pembicara yaitu Delmira Anggita Prabu selaku Make Up Artist.

Dalam sesi pertama salah satu pembicara membahas mengenai Pola konsumsi podcast di kalangan anak muda yang melalui tiga tahap, tahap yang pertama adalah pengenalan podcast, dimana podcast dikenal melalui Youtube dan Instagram. Tahap kedua adalah pengalaman mendengarkan podcast. Tahap terakhir atau ketiga yaitu implikasi dalam membangun knowledge society.

Analisis 5W+1H:

What   : Event Webinar “Perkembangan Podcast sebagai Media Baru bagi Youngster”

Who    : Wardah Bright Days Visual x Universitas Al-Azhar Indonesia

When  : Jumat 30 Oktober 2020

Where : Via App Zoom

Why    : Acara webinar ini diperuntukan untuk para Youngster yang ingin mengenal lebih jauh terkait perkembangan Podcast sebagai media baru.

How    : Webinar berlangsung melalui dua sesi, sesi pertama diisi dengan para pembicara yang berfokus membahas mengenai perkembangan podcast, sementara di sesi kedua seorang Make Up Artist melakukan beauty class bersama audiens.