Minggu, 10 Januari 2021

 Menjaga Privasi di Era Teknologi

Saat ini telah memasuki era teknologi yang dapat mempermudah kita dalam mencari segala informasi. Teknologi informasi pun saat ini sedang berkembang sangat pesat yang salah satunya terjadi pada teknologi komunikasi. Dahulu manusia melakukan komunikasi dengan cara mengirim surat dan harus bertemu secara langsung. Namun saat ini dengan berkembangnya teknologi informasi mempermudah manusia dalam berkomunikasi. Seperti contohnya, saat ini ada teknologi bernama Smartphone (HP), yang mana dengan menggunakan Smartphone (HP) dapat melakukan segala hal, mulai dari berkomunikasi jarak jauh via telfon, saling mengirim pesan lewat SMS, aplikasi (Line, Whatsapp, dll), bahkan untuk belajar, bekerja dan belanja pun dapat digunakan melalui Smartphone (HP).

Dengan berkembang pesatnya teknologi, khususnya dalam bidang komunikasi dan informasi, segala bentuk informasi baik didapat dari internet, sosial media (Facebook, Instagram, Twitter, dll) banyak yang telah melanggar privasi yang ada. Privasi adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, yang mana seseorang dapat mengontrol arus informasi mengenai diri sendiri. Seperti contoh pada sosial media Instagram, pengguna dapat mengunggah foto maupun video mereka, selain itu untuk dapat mengakses sosial media diperlukan data-data diri seperti email, nomor telfon, yang tentunya akan tercatat sebagai rekam jejak.

Cookie merupakan sebuat file yang dibuat oleh situs yang kita kunjungi. Cookie juga menyimpan informasi yang ada pada browsing. Dengan adanya cookie, suatu situs akan tetap log in, dengan mengingat preferensi yang ada untuk memberikan konten lokal sesuai dengan apa yang kita akses. Terdapat dua jenis cookie, yang pertama adalah cookie pihak pertama, yang mana dibuat oleh situs yang dikunjungi dengan tampil di kolom URL. Yang kedua merupakan cookie pihak ketiga, yang mana dibuat oleh sebuah situs lain yang memiliki beberapa konten dalam hal iklan, atau gambar dari situs yang sering kita akses.

Cara mengatur cookie dalam sebuah aplikasi Google Chrome yakni melalui beberapa tahap:

-          Membuka aplikasi Chrome

-          Klik tanda titik tiga, yang berada di kanan atas

-          Klik Setting (Setelan)

-          Klik Privacy and Security (Privasi dan Keamanan)

-          Klik Cookies and other site data (Cookie dan data situs lainnya)

-          Yang terakhir, aktif atau non aktifkan cookie yang ada

Bagi para pengguna internet, harus diperhatikan untuk tidak sembarangan dalam memberikan cookie ke situs-situs yang tidak dikenal atau mencurigakan. Diharapkan para pengguna internet menghapus cookie secara berkala terutama jika sedang atau ingin menggunakan komputer atau apapun yang bukan milik pribadi.

Referensi

Islamy, I. T., Agatha, S. T., Ameron, R., Fuad, B. H., Evan, E., & Rakhmawati, N. A. (2018). Pentingnya Memahami Penerapan Privasi di Era Teknologi Informasi. JTIP: Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan11(2), 21-28. (e-journal)

https://support.google.com/chrome/answer/95647?co=GENIE.Platform%3DDesktop&hl=id


Senin, 09 November 2020

UTS PPBMO 2020 (Kintan Calvina Aurellya_0802518154_MD18B)

 

Kata Mahasiswa tentang Pemboikotan Produk Prancis

Sumber Foto: Voi.id

Jakarta, 11/11 (UAI News) – Baru-baru ini aksi unjuk rasa mengenai boikot produk Prancis memanas, pasalnya aksi tersebut dipicu oleh komentar dari Emmanuel Macron, selaku Presiden Prancis. Di Indonesia khususnya Jakarta telah digelar aksi protes terhadap pernyataan Macron terkait masalah tersebut pada Senin 2 November 2020 lalu di depan kantor kedutaan besar Prancis. Macron dianggap “menghina” umat Islam karena pernyataannya mengenai sebuah kartun yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad di Paris dan Nice, Prancis.

Peristiwa ini berawal pada 21 Oktober 2020, Macron mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap kasus pembunuhan seorang guru di Paris, Prancis yang dipenggal oleh muridnya lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para muridnya. Seruan pemboikotan terhadap Prancis tengah memanas di beberapa negara tanpa terkecuali di Indonesia, banyak pihak yang marah, mengutuk hingga menyuarakan bahwa harus memboikot seluruh produk Prancis karena adanya peristiwa tersebut. 

Walaupun demikian aksi terkait pemboikotan produk Prancis dinilai tidak terlalu berdampak signifikan terhadap perusahaan maupun perekonomian seperti dikutip dalam CNN Indonesia menurut Ekonom Center of Reform on economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman aksi boikot berhasil menekan kinerja perusahaan apabila gerakan itu didukung oleh negara. Dalam artian pemerintah setempat menyerukan gerakan terhadap aksi pemboikotan produk dari negara Prancis.

Selain itu menurut Syifa Indriani selaku perwakilan mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia juga berpendapat bahwa produk dari negara Prancis sendiri yang ada di Indonesia masih sangat minim seperti produk lifestyle maupun makanan sudah banyak yang diproduksi di Indonesia sehingga dinilai aksi boikot produk Prancis ini dinilai masih kurang efektif dan tidak signifikan. 

"Menurut Saya lebih efektif kaya pemerintah Indonesia nya sendiri yang menyuarakan, seperti di negara Turki, kan berawal dari pemerintahnya yang menyuarakan untuk pemboikotan barang dari Prancis". Ujar Syifa Indriani, Mahasiswi UAI, saat dihubungi melalui media sosialnya, Senin (9/11) Malam.

Sama halnya dengan Fuji Ratnasari selaku mahasiswi Universitas Al-Azhar Indonesia yang berpendapat bahwa seruan aksi terhadap pemboikotan produk Prancis  tidak akan memberikan dampak yang signifikan “Karena aksi boikot ini baru dilakuin setiap negara dan sama aja cuma dari individu doang nyuruh buat nggak beli produk Prancis, Belum ada boikot dari sana nya langsung, seperti tidak boleh ada impor barang dari negara Prancis ke Indonesia terutama” Ungkap Fuji melalui media sosialnya.

Untuk kedepannya harapan dari Syifa Indriani dan Fuji Ratnasari adalah harus saling menjaga toleransi beragama, walaupun alasan dari Presiden Macron sendiri adalah menghargai kebebasan berpendapat namun tidak harus mengolokkan lambang kesucian agama.

Identifikasi News Value pada Berita:

a)  Pengaruh (Magnitude), dalam berita diatas memiliki pengaruh kepada khalayak ramai terkait isu yang saat ini terjadi yaitu seruan aksi boikot terhadap produk dari negara Prancis.

b)  Penting (Significance), konten dalam berita ini memiliki kepentingan yang tinggi untuk diketahui khalayak agar khalayak memiliki pemahaman sekaligus update perkembangan isu terkait yaitu pemboikotan produk Prancis.

c)     Aktualitas (Timeless), berita diatas memiliki sebuah nilai berita yaitu actuality, immediacy dan new atau yang berarti kebaruan. Dalam hal ini berita diatas sangat memiliki nilai kebaruan, karena sedang hangat diperbincangkan.

d) Kedekatan (Proximity), kedekatan berita diata berfokus pada geografis (yakni lokasi kejadian yang berfokus pada sebuah peristiwa). Psikologis (sebuah keterikatan budaya yang berkaitan dengan isu boikot terhadap produk dari negara Prancis).

e)  Dampak (Impact), dalam berita diatas tentunya memiliki dampak yang besar bagi para khalayak khususnya yang membaca berita diatas, seperti khalayak mendapat informasi dan update perkembangan terkait kasus atau isu mengenai pemboikotan produk yang berasal dari negara Prancis.

Identifikasi 5W+1H:

-      What   : Opini mahasiswa mengenai aksi pemboikotan produk dari negara Prancis.

-     Where  : Aksi seruan pemboikotan produk dari negara Prancis berlangsung di depan kantor kedutaan Prancis di Indonesia, Jakarta.

-      When   : Aksi dilaksanakan pada Senin, 2 November 2020 lalu.

-      Who    : Presiden Prancis Emmanuel Macron.

-     Why    : Macron dianggap “menghina” umat Islam karena pernyataannya mengenai sebuah kartun yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad di Paris dan Nice, Prancis.

-   How    : Aksi seruan terhadap pemboikotan produk dari Prancis ini akibat perkataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap kasus pembunuhan seorang guru di Paris, Prancis yang dipenggal oleh muridnya lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad, Ia menganggap bahwa setiap orang harus menghargai kebebasan berpendapat.

Lampiran Bukti Wawancara



Narasumber Syifa Indriani




Narasumber Fuji Ratnasari





Rabu, 04 November 2020

 

Kintan Calvina Aurellya

MD18 B // 0802518154

 Wardah x UAI Gelar Webinar mengenai Perkembangan Podcast

Jakarta, 30/10 (UAI News) – Event yang diadakan oleh Wardah Bright Days Visual x Universitas Al-Azhar Indonesia, telah sukses dilaksanakan pada Jumat (30/10) dengan menggelar acara webinar serta virtual beauty class untuk umum. Webinar ini mengangkat tema: Perkembangan Podcast Sebagai Media Baru bagi Youngsters. Acara berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB Via App ZOOM.

Acara dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi untuk membahas Podcast sebagai Media Baru, dengan tiga pembicara yaitu, Citra Dyah Prastuti selaku Pemimpin Redaksi KBR, Adi Prasetya selaku Deputy Editor in Chief Berita Satu TV dan Yuri Alfrin Aladdin selaku Dosen Komunikasi UAI. Sementara sesi kedua digunakan untuk Beauty Class yang menghadirkan seorang pembicara yaitu Delmira Anggita Prabu selaku Make Up Artist.

Dalam sesi pertama salah satu pembicara membahas mengenai Pola konsumsi podcast di kalangan anak muda yang melalui tiga tahap, tahap yang pertama adalah pengenalan podcast, dimana podcast dikenal melalui Youtube dan Instagram. Tahap kedua adalah pengalaman mendengarkan podcast. Tahap terakhir atau ketiga yaitu implikasi dalam membangun knowledge society.

Analisis 5W+1H:

What   : Event Webinar “Perkembangan Podcast sebagai Media Baru bagi Youngster”

Who    : Wardah Bright Days Visual x Universitas Al-Azhar Indonesia

When  : Jumat 30 Oktober 2020

Where : Via App Zoom

Why    : Acara webinar ini diperuntukan untuk para Youngster yang ingin mengenal lebih jauh terkait perkembangan Podcast sebagai media baru.

How    : Webinar berlangsung melalui dua sesi, sesi pertama diisi dengan para pembicara yang berfokus membahas mengenai perkembangan podcast, sementara di sesi kedua seorang Make Up Artist melakukan beauty class bersama audiens.

 

Senin, 02 Maret 2020

Polemic Polygamy in Indonesia

Kintan Calvina Aurellya
0802518154 // MD18A


Reported by the article of Historia.id about the case of polygamy in Indonesia, in July and August 2019, spread a poster about “How to quickly find four wives”. The Indonesia Polygamy forum as the organizer collected a fee of 3.5 million for each male participant and half the price for female participant. 

The latest data from the Ministry of Religion shows a decline in polygamy. In 2012, the figure reached 995. That number shrank to 794 2013. 691 (2014), 689 (2015), and 643 (2016). This the number of registered polygamy. 

The marriage practise of polygamy has been hotly debated in Indonesia for years. Some consider it normal for a man to take more than one spouse, while others see it as unjust behaviour that undermines women’s rights everywhere. 

Islam considers polygamy as ‘mubah’, which means it’s not technically prohibited, but not really recommended either. Religious law mandates that a Muslim man is allowed to have up to four wives, so long as he is able to treat them all fairly.

in my opinion, that the ability of polygamy in Islam is not final and free of value. There are conditions where polygamy can be practiced. There are values ​​that must be met before practicing polygamy. Because the principle of polygamy should not be based on mere lust, it should not insult and torture women.

Minggu, 24 Maret 2019

5 Drama Korea Terfavorite

Hai semuanyaa, di kesempatan kali ini aku mau ngasih tau nii 5 drama korea favorite aku. Seperti yang kalian tau banyak dari anak-anak zaman sekarang yang suka banget nontonin drama korea kan sampe rela habisin banyak kuota cuma buat streaming ataupun download. Tanpa basa-basi lagi yuk kita bahas di bawah ini :D

1. Reply 1988
k


nah temen-temen drama korea yang satu ini menurut aku paling favorite, karena jalan cerita yang menyangkut kehidupan keluarga yang di kemas pada latar belakang tahun 1988, aku pribadi suka banget sama drama ini karena memang peran yang dimainkan oleh para pemain sangat cocok dan jalan cerita yang tidak berbelit-belit. Episode dari drama ini juga terbilang masih wajar yaitu terdiri dari 16 episode. Drama ini sangat cocok di tonton oleh kalangan remaja, karena banyak nilai-nilai khususnya dalam kasus keluarga yang dapat di petik dari tayangan drama ini loh temen-temen. Aku pribadi akan kasih 8/10 untuk drama ini worth to watch lah yaa.

2. What’s Wrong Secretary Kim

Drama kedua favorite aku adalah drama ini, kenapa? karena emang pada dasarnya aku suka banget sama drama ataupun film yang bergenre romance. Kebetulan ini drama nya genre romance yang menceritakan tentang kehidupan seorang sekretaris presiden direktur yang mempunyai atasan yang memiliki sifat narsistik. Dalam drama ini juga kita dapat mengambil nilai-nilai dari kerja kerasnya sang sekretaris mengatasi sifat atasannya tersebut, dan untuk drama ini aku kasih 7,5/10.

3. Weightlifting Fairy Kim BokJoo


Nah yang ketiga ini juga drama yang bergenre romance nih temen-temen, drama ini termasuk drama favorite aku juga karena jalan cerita yang realistis, dan easy to watch. Drama ini bercerita tentamg kehidupan mahasiswi universitas olahraga di Korea yang mengambil jurusan angkat besi, dan mahasiswa yang mengambil jurusan olahraga renang. Dari cerita drama diatas pelajaran yang dapat kita ambil adalah jangan malu menunjukan passion dalam diri sendiri, siapa tau passion yang kita miliki membawa kita untuk menjadi pemenang sejati. Drama ini aku kasih 7.5/10.


4. Fight For My Way


Kita sampai ke drama ke-4 yang mana juga merupakan drama favorite aku. Drama ini bercerita tentang 4 sahabat yang memiliki sifat dan watak yang berbeda tetapi dengan perbedaan tersebut tidak memisahkan mereka. Drama ini dikemas dengan alur percintaan sekaligus komedi. Aku dalam serial drama ini akan kasih 7/10.

5. Oh My Venus


Ini dia drama favorite ku yang terakhir. Aku suka banget drama ini karena menceritakan seorang perempuam yang dahulu menjadi bintang di kalangan anak remaja karena memiliki paras yang cantik, tetapi seiring perkembangan waktu ia berubah karena gaya hidup nya yang tidak sehat, ia menjadi gemuk karena banyak mengkonsumsi gula ataupun permen. Kemudian ketidaksengajaan mempertemukan nya dengan seorang lelaki yang hobi olahraga. Aku pribadi suka drama ini karena alurnya romantis dan komedi. dan untuk drama ini aku kasih 7/10.

Nahh itu dia temen-temen, 5 drama yang recommended untuk di tonton dikala kalian lagi butuh hiburan. Semoga blog aku kali ini bisa menjadi referensi kalian kalo bingung mau nonton drama Korea apa. Drama-drama diatas sangat realistis dan alur nya samgat cocok jika kalian ingin mencari hiburan dalam menonton drama Korea. Kayanya segitu dulu ya blog aku kali ini hehe terimakasiii 













Minggu, 17 Maret 2019

Who Am I ??

halooo semuanyaa, hehe karena disini judulnya "Who Am I ??" yang berarti siapasih gue? ohiya btw ini pengalaman gue nulis blog kayak gini-gini, karena jujur gue gapernah sebelumnya nulis blog. jangankan nulis blog buat blog aja awalnya gue gak ngeti loh (?) hehe emang norak banget di zaman yang udah maju gini gue baru tau caranya bikin blog ya karena ada tugas dari kampus hehe. eh jadi curhat kan tuh, balik lagi ke awal, disini gue akan ngasih tau siapasih gue tuh. oke biar gak banyak basa-basi kenalin nama gue Kintan Calvina Aurellya, biasa di panggil Kintan, Kint, Tan, Calvina (ini kayanya khusus beberapa keluarga gue aja deh hehe). gue lahir dan besar di Jakarta tercinta ini. terus gue juga punya 1 adik laki-laki yang namanya hampir-hampir sama lah ya, namanya Keenan.


gue punya hobbi nonton film ataupun drama kalo misalnya lagi ada waktu gue bisa bener-bener seharian cuma buat movie marathon, gue juga suka nyanyi-nyanyi di waktu senggang. ohiya gue sekarang lagi menempuh pendidikan di jenjang unversitas khususnya universitas swasta. gue baru masuk universitas itu tahun 2018, yap bener gue masih terhitung maba alias mahasiswi baru. kampus gue ada wilayah Jakarta Selatan lhoo. di kampus ini gue ngambil jurusan Ilmu Komunikasi karena katanya di kampus gue ini jurusan Ilmu Komunikasi itu akreditasi nya A lho temen-temen.

yang mana sejujurnya dari dulu SMA gak pernah sedikitpun kepikiran buat ambil jurusan itu, karena gue termasuk orang yang pemalu banget buat ngomong di depan orang banyak. ya karena dulu sepengetahuan gue kalo Ilmu Komunikasi itu kita dituntut untuk selalu bisa percaya diri ngomong di depan orang banyak kan. ya pada kenyataannya emang bener sih, cuma itu semua gak kaya yang gue bayangin pas SMA kokk. sejauh ini gue masih nyaman ajaa ada di jurusan Ilmu Komunikasi ini, dan gue juga berharap demikian untuk kedepannya. hmm apalagi ya, ngebahas tentang SMA dulu gue SMA di 68 Jakarta dan mengambil jurusan IPS, kenapa IPS? gatau ya gue ngerasa dari SMP gue sangat kurang dalam bidang hitung menghitung a.k.a matematika, itu juga kenapa gue memutuskan untuk masuk ke jurusan Ilmu Komunikasi, karena gue pikir di jurusan itu gak ada hitung menghitung nya. tapi ternyataaa jeng jeng masuk semester 2 ini gue ketemu sama matkul Statistika Sosial matkul itu ada hitung-hitungannya walaupun katanya sedikit dan tidak sulit. ya semoga aja emang kenyataannya kayak gitu. kayak nya segitu aja deh kenalan kita kali ini, semoga gue harap blog ini kedepannya bakal berguna bagi para pembaca semua hehe luvvv <3<3<3